30 Oktober 2009

Dikes Akui Kekurangan Obat Bagi Puskesmas

SUMBAWA BARAT,Nusatenggranews.com.- Dinas kesehatan Sumbawa Barat mengakui pihaknya untuk saat ini masih kekurangan sejumlah obat-obatan yang diperuntukkan bagi seluruh Puskesmas di daerah ini.

Kepala dinas kesehatan Sumbawa Barat melalui kepala bidang Pelayanan Kesehatan Ns.Kamaluddin S.Kep.MM membenarkan jika pihaknya untuk beberapa bulan ini kekurangan stok obat, lebih- lebih obat yang kurang ini merupakan obat yang sangat dibutuhkan. "Kita akui, sudah beberapa bulan kita kekurangan obat, apalagi obat yang kurang ini obat yang sangat dibutuhkan seperti anti biotic," aku Kamaluddin.

Kamaluddin mengatakan kekurangan obat bagi seluruh Puskesmas ini disebabkan oleh banyak hal, seperti pengadaan obat pada tahun 2008 lalu tidak terealisasi sepenuhnya melainkan hanya terealisasi sebanyak 60 % dari yang diharapkan. Ini disebabkan kelangkaan obat dipasaran sehinga pihak ketiga kesulitan mendapatkan obat tersebut, saat tender pengadaan obat ini semua daerah bersamaan sehingga pusat kekurangan stok, ungkap Kabid Yankes.

Lebih lanjut Kamaluddin mengungkapka kekurangan obat bagi KSB ini juga disebabkan adanya penyuplaian obat kewilayah kabupaten Lombok Utara oleh Bapperstok Mataram, hal ini mengakibatkan stok yang tersedia di Baperstok Mataram untk KSB menjadi berkurang. "Kita maklumi juga KLU itu merupakan kabupaten baru, sama juga halnya dengan kita dulu saat baru terbentuk," ungkapnya.

Kedepannya Kamaluddin juga memprediksikan akan terjadi kekurangan obat, hal ini dari beberapa jenis obat yang jumlahnya sekitar 114 jenis obat yang dipesan hanya ada sekitar 56 jenis obat yang tersedia dipasaran. "Untuk penadaan saat ini kita pesan sekitar 114 jenis obat, hanya yang ada dipasaran sekitar 56 jenis saja," ungkapnya.

Ironosnya lagi menurut Kabid Yankes ini jenis obat yang saat ini tidak tersedia dipasaran adalah jenis obat y ang sangat dibutuhkan di KSB seperti amoxcylin (antibiotic) dan jenis lidocain. "Obat ini yang sangat kita butuhkan, karena tingkat kecelakaan lalu lintas diwilayah kita tergolong cukup tinggi," ungkap Kamaludin seraya mengatakan pihaknya saat ini tetap berusaha untuk mencari solusinya.

Sebelumnya warga masyarakat mengeluhkan pelayanan Puskesmas yang kekurangan obat. Padahal menurut warga salah satu program pengobatan gratis bagi masyarakat ini untuk dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat.


4 komentar:

kurniasih mengatakan...

mestinya kekurangan obat ini tak perlu terjadi jika dinkes setempat proaktif utk membuat daftar obat yg diperlukan bagi puskesmas2 yg ada,

Anonim mengatakan...

kapan program kesehatan di daerah bisa tercapai jika mengatasi kelangkaan obat saja tidak bisa mengatasi, padahal anggaran kesehatan kita termasuk tinggi dan menjadi prioritas rutin.

jhony salaule mengatakan...

adanya kasus kekurangan obat seperti yg terjadi di sumbawa menunjukan lemahnya kontrol thd pemenuhan kebutuhan obat ditiap puskemas yg ada. Sepertinya tdk rasional kalo dengan alasan karena diterapkannya sistem berobat gratis kemudian suplay obat menjadi kendala, bukankah berobat gratis sdh menjadi program pemerintah?

Anonim mengatakan...

Bagi masyarakat pedesaan yg memiliki ekonomi serba pas2an kelangkaan obat dipuskesmas pasti menjd penderitaan sendiri krn mau tdk mau hrus menebus resep di apotik dan tentu harga obatnya berbeda dengan di puskesmas,

Posting Komentar