06 Desember 2009

PENDERITA AIDS DI INDONESIA 18.442 ORANG

Jumlah penderita AIDS di Indonesia diinformasikan bertambah terus. Data di Departemen Kesehatan (Depkes) menunjukkan, hingga akhir September 2009 lalu, jumlah penderita AIDS mencapai 18.442 orang.

“Ratio kasus AIDS antara laki-laki dan perempuan adalah 3 berbanding 1,” kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL)Depkes Prof dr Tjandra Yoga Aditama, Selasa (1/12).
Itu artinya, penderita pria tiga kali lipat lebih banyak dibanding wanita. Temuan itu berdasarkan laporan dari 300 kabupaten dan kota dari 32 provinsi di Indonesia yang telah melaporkan adanya infeksi HIV/AIDS.


Tjandra menyebutkan, secara berurutan jumlah penderita paling banyak adalah di Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Papua, Bali, Kalimantan Barat, Jawa engah, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau.

Sementara itu Hari AIDS Sedunia , Selasa (1/12), diperingati di berbagai daerah. Berbagai aksi dan kegiatan dilakukan. Peringatan juga diwarnai aksi pro kontra pemakaian kondom. Jika di beberapa daerah para aktivis menyerukan penggunaan kondom untuk mencegah penularan HIV/AIDS, di Sukabumi, Jawa Barat, pemakaian alt kontrasepsi itu justru ditentang mahasiswa.
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sukabumbi, melakukan aksi bakar kondom di Lapangan Merdeka. Ketua Umum KAMMI Sukabumi, Hendi Hidayatullah, mengatakan, penggunaan kondom terbukti tidak bisa menghalangi virus HIV/AIDS.

Dari Surabaya dilaporkan, dari 38 kabuapten/kota di Jawa Timur, ada enam daerah yang masuk kategori rawan penyebaran HIV/AIDS. Selain itu, masih ada empat daerah lainnya yang masuk kategori kuning dengan jumlah 20-100 kasus.

Enam daerah yang masuk kategori merah/bahaya lebih dari 100 kasus AIDS adalah Kota Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Kediri, Tulungagung. Sedangkan yang masuk kategori kuning (20-100 kasus) adalah Lamongan, Jombang, Blitar dan Banyuwangi.(mon/sm).




Sumber: http://www.bkkbn.go.id/Webs/DetailBerita.php?MyID=979

3 komentar:

yuli mengatakan...

Saya kira pemerintah harus menyatakan Siaga 1 untuk kasus ini, yaitu dengan memberlakukan hukum secara tegas, tidak pandang bulu. Memberikan efek jera bagi yang melanggarnya, seperti prostitusi dan narkoba. Tidak ada ampun, sebab kalau tidak! runyamlah kita semua.

Unknown mengatakan...

Ini yang perlu diseriusi bersama tdak hanya pemerintah masyarakatpun seharusnya prihatin dengan semakin meningkatnya penderita Aids, harus dicari terobosan yang efektif guna menekan laju pertambahan penderita Aids di Indonesia.

bayu pratama mengatakan...

Makin bertambahnya penderita aids tentu saja hrs menjadi perhatian serius bersama, ada banyak kebijakan pemerintah yang dirasa mempunyai sisi positif bagi perkembangan penderita aids antara lain tidak tegasnya peraturan yang dibuat mengenai lokalisasi bagi psk, selain itu tingkat pengguna narkoba yang dirasa masih banyak juga turut menyumbang penderita aids semakin tumbuh kembang.

Posting Komentar