15 Juli 2009

Walau Angka Kematian Rendah Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Meskipun angka kematian influenza A H1N1 di dunia sangat rendah yakni 0,4%, namun penularannya sangat cepat. Karena itu masyarakat dihimbau tetap waspada dan senantiasa membiasakan pola hidup bersih dan sehat diantaranya mencuci tangan dengan sabun, dan melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar. Apabila ada gejala Influenza gunakan masker dan tidak ke kantor, ke sekolah atau ke tempat-tempat keramaian dan istirahat di rumah selama 5 hari. Apabila flu dalam 2 hari tidak membaik segera ke dokter.


Hal itu disampaikan Menkes Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K) ketika memimpin Rapat Koordinasi Tim Kesiapsiagaan Penanggulangan Influenza A H1N1 di Depkes Jakarta siang tadi, 15/72009.
Menurut Menkes, kematian yang terjadi pada pasien positif influenza A H1N1 pada umumnya disebabkan karena penyakit lain yang menyertainya seperti orang dalam kondisi lemah, sakit pernafasan, HIV/AIDS, lanjut usia (lansia) serta Balita dengan gizi kurang.

Kendati demikian, untuk mencegah penyebaran influenza A H1N1 yang lebih luas di Indonesia upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).

Upaya lainnya berupa community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu diadakan surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu perawatan di rumah sakit, tambah Menkes.

Berkaitan dengan meningkatnya jumlah pasien suspek, Menkes mengharapkan rumah sakit swasta yang merawat pasien suspek influenza H1N1 tidak memindahkan pasien atau merujuk ke RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso atau RS Persahabatan. Perawatan pasien influenza A H1N1 di Jakarta akan dilakukan di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, sedangkan RS Persabatan khusus untuk merawat pasien flu burung (H5N1), ujar Menkes.

Tambahan kasus hari ini sebanyak 30 orang terdiri 14 laki-laki dan 16 perempuan, yaitu : Ad (L), An (P), Ir (L), Ha (P), Au (P), Di (P), RR (L), Hi (L, 66 th), KR (P, 38 th), Mi (P, 19 th), KA (L, 41 th), VL (P, 5 th), SB (P, 25 th), NF (P, 2 th), Al (L, 5 th), ZX (L, 21 th), GP (L, 26 th), IH (P, 17 th), AR (L, 2,7 th), PU (P, 25 th), Yo (L, 7 bl), Br (L, 20 th), JJ (L, 7 th), MR (L), La (P, 24 th), HK (L, 18 th), LH (P, 18 th), EP (P, 34 th), AM (P, 8 th), NS (P, 30 th). Ke-14 kasus baru tersebut adalah WNI 26 orang dan WNA 4 orang. Riwayat perjalanan ke luar negeri 4 orang yaitu Singapura dan Amerika (3 orang).

Sampai tanggal 15 Juli 2009, secara kumulatif kasus influenza A H1N1 positif di Indonesia berjumlah 142 orang terdiri dari 77 laki-laki dan 65 perempuan. Data kasus berdasarkan tanggal pengumuman yaitu 24 Juni (2 kasus), 29 Juni (6 kasus), 4 Juli (12 kasus), 7 Juli (8 kasus), 9 Juli (24 kasus), 12 Juli (12 kasus), 13 Juli (22 kasus) dan tanggal 14 Juli (26 kasus).

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faxs: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, kontak@puskom.depkes.go.id

Sumber: Depkes

0 komentar:

Posting Komentar