31 Juli 2009

Seputar INFLUENZA H1N1


TANYA JAWAB SEPUTAR INFLUENZA BARU H1N1

1. Apa yang disebut dengan influenza baru H1N1?
Influenza baru H1N1 merupakan influenza (flu) yang disebabkan oleh virus influenza tipe A
subtipe H1N1 baru strain Meksiko. Virus ini tidak ada kaitannya dengan virus influenza
musiman yang ada selama ini (seasonal influenza).

2. Apa perbedaan influenza baru H1N1 dengan flu biasa dan flu burung?
Influenza baru H1N1 cukup berbahaya, mudah menular dan dapat menimbulkan kematian
karena virus strain baru influenza H1N1 ini lebih berbahaya dibanding flu musiman seperti
virus flu A H1N1, H2N1, H3N1 dan H3N2 yang biasa terdapat pada sesorang yang
menderita flu musiman. Penyebaran flu baru H1N1 telah menyebar di 99 negara dengan
55.867 kasus yang dilaporkan dan 238 kematian, sehingga Badan Kesehatan Dunia (WHO)
menaikkan status kewaspadaan pandemi influenza baru A H1N1 dari fase 5 ke fase 6 yang
merupakan fase tertinggi. Mekipun angka kematiannya (Case Fatality Rate/CFR) hanya
sekitar 0,5% namun flu baru H1N1 ini mudah menular. Sampai saat ini (24 Juni 2009) di
Indonesia sudah dilaporkan 2 kasus positif flu H1N1 dan keduanya merupakan kasus impor
yang artinya mereka tertular dari negara lain.
Sedangkan flu burung H5N1 juga sangat berbahaya karena mematikan. Angka
kematiannya lebih dari 80%. Namun saat ini di Indonesia penularan flu burung H5N1 masih
sebatas dari unggas ke manusia (fase 3). Sampai saat ini belum ada penularan flu burung
H5N1 antar manusia.

3. Bagaimana seseorang dapat tertular influenza baru H1N1?
Virus dapat menular dari manusia ke manusia semudah seperti flu musiman biasa yang
dapat ditularkan lewat paparan percikan ludah (droplet) seorang yang terinfeksi melalui
batuk atau bersin yang terhirup atau yang mencemari tangan atau permukaan benda.
Untuk mencegah terjadinya penularan, seorang yang menderita flu harus melakukan etika
batuk/bersin dengan menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, bila flu berat
sebaiknya tinggal di rumah sementara waktu, cuci tangan setelah beraktivitas, dan menjaga
jarak dengan orang yang sehat.

4. Apa gejala seseorang menderita flu baru H1N1?
Gejala flu baru H1N1 yang dapat sama dengan seperti flu biasa (influenza like-illnes),
seperti demam (> 38oC), batuk, pilek, letih, lesu, sakit tenggorokan mungkin disertai mual,
muntah dan diare, bila semakin berat akan mengakibatkan sesak napas atau napas sesak
yang menyebabkan terjadinya pneumonia yang mengakibatkan kematian.

5. Seberapa besar kita harus waspada terhadap penyebaran flu baru H1N1?
Kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini karena pada tanggal 11 Juni
2009, dunia telah dinyatakan Pandemi oleh WHO.
Sebelumnya kita mengenal flu musiman biasa menyerang berbagai lapisan masyarakat.
Banyak masyarakat yang memiliki kekebalan terhadap virus flu musiman tersebut sehingga
memungkinkan terbatasnya penyebaran infeksi. Namun kasus kematian akibat flu musiman
di negara dengan 4 musim masih cukup tinggi (5% -15%). Sedangkan virus influenza baru
A H1N1 merupakan virus strain baru (Meksiko) yang sebagian besar orang belum memiliki
kekebalan atau mempunyai kekebalan yang lemah kemudian bisa lebih parah dibandingkan
flu musiman. Tingkat keparahan penyakit ini mulai dari ringan sampai berat yang
mengakibatkan kematian. Sebagian besar orang yang terjangkit virus tersebut mengalami
sakit yang ringan dan dapat sembuh tanpa obat antiviral atau tanpa pelayanan medis. Pada
kasus yang lebih parah, lebih dari separuh dirawat di rumah sakit akibat minimnya
pelayanan medis, tidak tersedianya antiviral yang cukup dan sistem kekebalan yang lemah.

6. Bagimana cara untuk mencegah tertular flu baru H1N1?
  1. Biasakan cuci tangan memakai sabun dengan air bersih sesering mungkin. Jagalah kebersihan diri dan lingkungan di sekitar Anda.
  2. Etika batuk/bersin yaitu bila bersin atau batuk, tutup hidung dan mulut dengan tisu dan tisu dibuang di tempat sampah. Jaga jarak atau kontak dengan orang lain terutama jika terlihat sakit flu. Jangan meludah di sembarang tempat.
  3. Bila mengalami gejala flu segera ke dokter, Puskesmas, Rumah Sakit atau klinik terdekat.

7. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa flu baru H1N1 telah
mencapai fase 6 dalam kewaspadaan pandemi, apa yang perlu Anda lakukan untuk
mencegah tertular flu baru H1N1?
  1. Hindari kontak dengan orang yang yang berasal atau baru bepergian dari negaraterjangkit (lihat informasi negara yang terjangkit flu ini yang dikeluarkan oleh WHO).
  2. Apabila sangat diperlukan harus bepergian ke negara terjangkit, lakukan tindakan pencegah yang diperlukan seperti cuci tangan sesering mungkin, menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, hindari kontak dengan orang yang sedang flu, dan menggunakan masker yang telah direkomendasikan oleh Pejabat Berwenang Kesehatan setempat.
  3. Bila menderita flu, segeralah periksa ke klinik terdekat, dokter praktek, Puskesmas, atau Rumah Sakit. Sehingga semakin cepat diperiksa kesehatannya akan semakin cepat mendapatkan pelayanan kesehatan.
8. Apakah di Indonesia sudah ada yang terjangkit flu baru H1N1 (strain Meksiko)?
Sampai saat ini di Indonesia sudah dilaporkan adanya 2 (dua) penderita flu baru H1N1.
Menkes Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K) pada hari Rabu, 24 Juni telah menyatakan
bahwa dua kasus positif Influenza A H1N1 tersebut merupakan kasus impor, artinya mereka
tertular dari negara lain. Mereka itu adalah WA (Pria, 37 tahun), warga negara Indonesia
(WNI), pekerjaan pilot. Sebelum sakit, WA pada tanggal 14 Juni 2009 terbang ke Perth,
Australia dan kemudian tanggal 18 Juni 2009 pergi ke Hongkong. Pada tanggal 19 Juni
2009 yang lalu, WA masuk RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso dengan keluhan
demam. Kondisi kesehatan pasien membaik dan saat ini masih diisolasi di rumah sakit
tersebut.
Kasus kedua adalah BM (wanita, 22 tahun), warga negara Inggris, tinggal di Melbourne
Australia. Ia berkunjung ke Bali tanggal 19 Juni 2009. Tanggal 20 Juni 2009 BM merasa
panas dan batuk. Kemudian berobat ke rumah sakit dengan membawa Health Alert Card
yang didapat dari Bandara Ngurah Rai dan langsung dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar.
Kondisi pasien saat ini baik dan masih diisolasi di rumah sakit tersebut.

Departemen Kesehatan telah menetapkan langkah-langkah untuk mengatasi penyakit yang
sudah merebak di 99 negara di dunia, dengan:
  1. Meningkatkan kewaspadaan di seluruh jajaran kesehatan serta mengirimkan Surat Edaran baru dari Menkes dan Dirjen P2PL yang menyatakan adanya kasus influenza H1N1 baru di Bali dan Jakarta.
  2. Meningkatkan aktivitas semua fasilitas kesehatan di RS, KKP, Laboratorium dan sarana kesehatan lainnya.
  3. Meningkatkan kesiapan logistik serta kemampuan SDM.
  4. Meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat (Jumpa Pers, Iklan Layanan Masyarakat, Talkshow di Radio dan Televisi, Poster dan Leaflet) .
  5. Masyarakat dapat menghubungi Posko Kejadian Luar Biasa (KLB) : Telp. (021) 4257125; Fax : (021) 42877588 ; Email : poskoklbp2pl@yahoo.com ; Call Center: (021) 30413700; Website Depkes : www.depkes.go.id dan www.penyakitmenular.info

9. Apakah sudah ada obat atau vaksin yang ampuh untuk flu baru H1N1?
Sampai saat ini belum ada vaksin yang ampuh untuk mencegahanya. Obat antiviral yang
masih efektif untuk pengobatan adalah Oseltamifir (Tamiflu), dengan catatan segera
mendapatkan pengobatan setelah merasa sakit flu.

0 komentar:

Posting Komentar