Tampilkan postingan dengan label bidan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bidan. Tampilkan semua postingan

04 Desember 2009

Mengatasi Mual Saat Hamil Dengan Tembakau?

Keluhan mual di pagi hari merupakan hal lumrah kaum ibu yang tengah hamil di mana pun. Di Kamboja, seperti dilansir Associated Press, Kamis (3/12), masalah itu diatasi dengan mengunyah tembakau.


Survei membuktikan, separuh dari kaum ibu berusia di atas 48 di pedesaan negara itu biasa mengunyah tembakau, dan separuhnya dilakukan pada kehamilan pertama. Tujuannya, untuk mengatasi keluhan mual.

Survei Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama sejumlah periset juga menunjukkan, 68 persen kaum ibu di negara-negara dengan pengisap rokok terbesar mengunyah tembakau. Dan, separuhnya adalah kalangan tabib (dukun) wanita.

27 November 2009

BPMPKB MERINTIS KEMBALI PERAN DOKTER KELUARGA BAGI PELAYANAN KB

BPMPKB (Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana) Provinsi DKI Jakarta, merencanakan akan menghidupkan kembali dokter keluarga melalui wadah baru dokter keluarga , yaitu Perhimpunan Dokter Keluarga  Indonesia (PDKI)

Kepala BPMPKB DKI Jakarta Tuty Muliaty, Selasa (24/11), mengharapkan, adanya program keterpaduan ini tidak hanya dapat dapat meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan KB semata, tetapi sekaligus pula memamjukan program dokter keluarga yang masih belum diketahui secara luas oleh masyarakat.

27 Agustus 2009

37 Bidan Baru Dilantik

Sumber : Depkes.go.id

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDM) Depkes dr. Bambang Giatno, MPH mengatakan salah satu arah pembangunan kesehatan adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, dengan sasaran: 1.Menurunnya angka kematian bayi, 2.Menurunnya angka kematian ibu, 3.Menurunnya angka prevalensi gizi kurang pada anak Balita serta 4.Meningkatnya umur harapan hidup. Untuk meningkatkan akses tersebut, tenaga kesehatan khususnya bidan merupakan salah satu faktor penentu dalam pencapaian tujuan pembangunan kesehatan.

Hal tersebut disampaikan saat mewisuda 37 bidan di aula Badan PPSDM Kesehatan Jakarta, Jum’at 21 Agustus 2009. Wisuda ini merupakan tindak lanjut kemitraan Provinsi Kalimantan Barat dengan Poltekkes Depkes Jakarta III yang dipercaya untuk mendidik 40 orang putra daerah Kabupaten Ketapang, dimana 37 orang diantaranya dinyatakan lulus. Pada acara wisuda ini terdapat 3 orang yang menjadi lulusan terbaik yaitu; 1.Elly Oktaviani, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.50, 2.Sannoriyanti Ola, IPK 3.41 dan 3.Windya Astuti, IPK 3.29.
Dalam sambutannya Ka. Badan PPSDM juga mengucapkan selamat kepada para wisudawati atas keberhasilan mereka dalam menyelesaikan pendidikan dan juga kepada orangtua/keluarga yang telah mendukung mereka.

Pada kesempatan itu diserahkan juga SK Menteri Kesehatan tentang pengangkatan bidan sebagai PTT untuk ditempatkan di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Dengan demikian, para wisudawati yang baru dilantik dapat langsung dibuatkan SK Bidan PTT dan ditempatkan di lokasi yang memerlukan serta bisa mulai bekerja sejak tanggal 1 September 2009. Para wisudawati tersebut diharapkan dapat didayagunakan oleh Pemkab Ketapang, sesuai dengan tugas dan kewenangannya sebagai tenaga bidan.

Hadir pada acara ini Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan (Pusdiknakes) Depkes, dr. Setiawan Soeparan, MPH, Kepala Biro Kepegawaian Depkes, dr. S.R. Mustikowati, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Subuh, Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, Drs. H. Bachtiar, serta orangtua/keluarga dari para wisudawati.

24 Agustus 2009

Depkes Janji Tindaklanjuti Keluhan Bidan Sumsel

Sumber : jpnn.com

Departemen Kesehatan akhirnya memberikan respon positif terhadap aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah Bidan lulusan Akademi Kebinanan (Akbid) Nusantara Palebang, Sumatera Selatan. Lembaga yang dipimpin Siti Fadillah SUpari tersebut berjanji akan menindaklanjuti permasalahan yang dihadapi para bidan terkait tidak dikeluarkannya Surat Izin Bidan (SIB) terhadap 52 bidan oleh Dinkes Provinsi Sumatera Selatan.

Hal itu didapat setelah dilakukan pertemuan antara perwakilan Akbid Nusantara yang berdemo dengan Depkes yang diwakili oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik Depkes dr Lilik Sulistyo. "Kita sudah menampung aspirasi dari mereka, dan hari ini kita akan menyampaikan surat tentang kondisi di lapangan kepada Menkes Siti Fadillah," terang Kasubid Pendapatan Umum Pusat Komunikasi Publik Isti yang ditemui di Gedung Depkes di Jalan H Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (24/8).

Ia menjelaskan, tindak lanjut tersebut dengan meminta penjelasan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. Namun, pihaknya tidak bisa
secara langsung mengeluarkan SIB karena itu kewenangan dari Dinas Kesehatan provinsi tersebut.

Sementara, Wakil Direktur Yayasan Akbid Nusantara Palembang dr Dollar mengatakan pihaknya akan terus menanti perkembangan permasalahan tersebut,dan besok pihaknya akan kembali datang untuk mencari informasi.

"Kita akan tunggu Menkes sampai menuntaskan masalah ini dan tidak akan pulang ke Palembang sampai 31 Agustus," kata dia.

Terpisah, Yanni, salah seorang lulusan Akbid Nusantara, mengaku, dengan tidak adanya SIB maka dirinya tidak akan bisa membuka praktik bidan, kendati ia telah bekerja di rumah sakit.

Seperti diketahui, puluhan bidan dari Akademi Kebidanan (Akbid) Nusantara Palembang Sumatera Selatan berunjuk rasa di Gedung Departemen Kesehatan (Depkes) RI. Mereka ngeluruk ke Depkes karena sebanyak 52 bidan lulusan 2008 belum mendapatkan Surat Izin Bidan (SIB) dari Dinkes Provinsi Sumsel.

Menurut Koordinator Lapangan Budi Setyawan, Dinkes Provinsi Sumsel belum mau menerbitkan SIB dengan alasan surat BPP-SDM Kesehatan Tanggal 27 Juli 2005 No DL 02.013.1.0287 yang mengaruskan bidan mengikuti ujian kompetensi padahal surat tersebut sudah dicabut dengan surat BPP-SDM Kesehatan Tanggal 6 Januari 2006 No DL.02.01.3.1.05008. Sebelumnya para lulusan bidan itu telah mengajukan izin sesuai dengan Kepmen 900 Tahun 2002 Tentang Registrasi dan Praktik Bidan.(mas/JPNN)